MediaPresisi.id – Kamis, 25 Juni 2026 — Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026, Polri untuk masyarakat.
BITUNG — Sulut | Kepedulian sosial kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui langkah nyata Iptu Iskandar Abdul, Kasikum/Kepala Seksi Hukum Polres Bitung, yang mewakafkan sebidang tanah untuk dijadikan tempat pemakaman umum bagi masyarakat.
Di tengah sulitnya masyarakat mencari lahan pekuburan yang layak, terutama bagi keluarga kurang mampu, Iptu Iskandar Abdul mengambil langkah mulia dengan menyediakan tanah yang dapat digunakan tanpa biaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tujuan kami membeli tanah ini karena saat ini mencari tanah pekuburan sangat sulit. Kalaupun ada, harganya mahal dan terkadang sulit dijangkau oleh masyarakat yang kurang mampu,” ujar Iptu Iskandar Abdul.
Tanah tersebut diwakafkan agar menjadi rumah terakhir yang terbuka bagi semua kalangan tanpa membedakan status sosial, baik kaya maupun miskin. Setiap warga yang kembali kepada Sang Pencipta dapat dimakamkan dengan tenang dan terhormat.
Tanah pekuburan umum yang berlokasi di Kopi Kopi, Perumahan Yuka, Kelurahan Winenet 2, Kota Bitung, kini telah dimanfaatkan masyarakat. Sejumlah warga pendatang, anggota Polri, hingga masyarakat Kota Bitung telah dimakamkan di lokasi tersebut.
Iptu Iskandar Abdul yang lahir di Amurang, Minahasa Selatan, 54 tahun lalu berharap tanah wakaf ini menjadi warisan kebaikan bagi generasi mendatang.
“Kami titipkan tanah ini untuk anak cucu. Semoga 10, 20, hingga 50 tahun ke depan tempat ini tetap rindang, bersih dan tetap menjadi tempat peristirahatan terakhir tanpa biaya,” harapnya.
Langkah tersebut menjadi wujud nyata semangat Hari Bhayangkara, bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir memberikan manfaat dan kepedulian bagi masyarakat.
Semoga setiap jengkal tanah ini menjadi amal jariyah, mengalirkan pahala bagi yang memberi, yang merawat, maupun seluruh masyarakat yang mendapatkan manfaatnya. Aamiin yaa Rabbal Alamin. Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Iptu Iskandar.
Penulis : Divisi intelejen nasional
Editor : Redaksi
































