BITUNG – Sulawesi Utara | MediaPresisi.id — Suasana duka menyelimuti Kelurahan Makawidey, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, atas berpulangnya Ibu Neltji Muhea dari keluarga Sunia Muhea pada usia 76 tahun, 8 bulan, 12 hari. Kepergian almarhumah menjadi duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta masyarakat yang mengenalnya. Selasa, 7 juli 2026. Rumah duka bertempat di, jikoaras
Mewakili pemerintah kecamatan, Camat Aertembaga, Stenly R. Tatipang, S.Sos., diwakili oleh Lurah Makawidey, Christovol Matualatupauw, S.T., yang hadir bersama Sekretaris Kelurahan Makawidey, Wilson Mandak, S.Pd. Kehadiran jajaran pemerintah tersebut merupakan bentuk empati dan kepedulian kepada keluarga yang sedang berduka.
Turut hadir mendampingi pemerintah setempat, Bhabinkamtibmas Kelurahan Makawidey Polres Bitung, Bripka Frenki A. Toding, yang selama ini aktif membangun kedekatan dengan masyarakat. Kehadirannya mencerminkan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan dukungan moral pada setiap peristiwa sosial kemasyarakatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ibadah penghiburan dipimpin oleh Pdt. Paula Karwur, S.Teol. dari GMIM Eklesia Makawidey, didampingi Pdt.Romi Kindangen, S.Th. Dalam khotbahnya, kedua hamba Tuhan mengajak seluruh keluarga untuk tetap menguatkan iman, saling menghibur, dan percaya kepada kasih Tuhan di tengah kehilangan orang yang dicintai.
Dalam sambutannya, Lurah Makawidey, Christovol Matualatupauw, S.T., menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhumah Ibu Neltji Muhea. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan, baik suami, anak-anak, cucu, maupun seluruh kerabat, diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan tersebut.
Pada kesempatan itu, Lurah Makawidey juga menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengurusan administrasi kependudukan, termasuk penyelesaian kewajiban pajak dan SPPT. Sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada warga, beliau turut menyerahkan akta kematian kepada keluarga almarhumah agar proses administrasi dapat diselesaikan dengan baik.
Momentum tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan pemerintah tidak hanya hadir dalam urusan pemerintahan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan melalui pendampingan kepada warga yang sedang mengalami musibah. Sinergi antara pemerintah kelurahan, Polri, tokoh agama, dan masyarakat menjadi cerminan semangat kebersamaan dalam menghadapi setiap duka. Ujar,” lurah
Menutup rangkaian acara penghiburan, Lurah Makawidey, Christovol Matualatupauw, S.T., bersama Sekretaris Kelurahan Makawidey, Wilson Mandak, S.Pd., Bripka Frenki A. Toding, serta jajaran PPPK Kelurahan Makawidey mempersembahkan sebuah lagu puji-pujian sebagai ungkapan penghiburan dan doa bagi keluarga yang ditinggalkan. Suasana haru menyelimuti seluruh pelayat yang hadir, sekaligus menjadi pengingat bahwa kebersamaan, kepedulian, dan kasih kepada sesama akan selalu menjadi kekuatan dalam menghadapi kehilangan orang-orang tercinta. Ucapnya,” lurah makawidey Christovol Matualatupauw,
Penulis : Divisi intelejen nasional AFL
Editor : Redaksi
































