PECAH TIGA BINTANG, KAPOLDA SULUT PULANG KAMPUNG, AIR MATA TAK TERBENDUNG DI DEPAN MAKAM ORANG TUA

- Penulis

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

MINAHASA SELATAN —  MediaPresisi.id —  sumber : dari Humas polres Bitung” Di balik gemerlap pangkat dan tingginya jabatan seorang perwira Polri, ada satu tempat yang selalu menjadi pengingat tentang jati diri, perjuangan, serta dari mana langkah kehidupan bermula. Suasana haru menyelimuti kepulangan Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H., ke kampung halamannya di Desa Pakuweru, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Senin (31/8/2026).

Kepulangan tersebut berlangsung setelah Irjen Roycke mendapat penugasan sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi. Di tengah perjalanan karier yang telah mengantarkannya meraih pangkat tiga bintang, ia memilih menyempatkan diri kembali ke tanah kelahiran untuk berziarah ke makam kedua orang tua tercintanya, tempat yang menyimpan kenangan mendalam dalam perjalanan hidupnya.

Kunjungan itu bukan sekadar ziarah biasa. Bagi Irjen Roycke, makam kedua orang tua merupakan tempat untuk mengenang sosok ayah dan ibu yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Di tengah kesibukan dan tanggung jawab sebagai perwira tinggi Polri, langkahnya kembali ke makam orang tua seakan menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan kerinduan seorang anak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesampainya di makam, suasana seketika berubah penuh keheningan dan haru. Irjen Roycke berdiri di hadapan pusara kedua orang tuanya dan terlebih dahulu memberikan penghormatan. Setelah itu, ia perlahan mendekat dan mencium nisan kedua mendiang orang tuanya sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang yang tetap melekat meski keduanya telah tiada.

Air mata pun tak terbendung. Di hadapan makam orang tua, seolah seluruh kebanggaan atas pangkat dan jabatan menjadi begitu kecil. Yang tersisa hanyalah seorang anak yang sedang mengenang ayah dan ibunya—dua sosok yang pernah menjadi tempatnya bertumbuh, berjuang, belajar tentang kehidupan, serta menggantungkan berbagai impian.

Pangkat boleh bertambah dan jabatan boleh semakin tinggi, tetapi bagi seorang anak, orang tua tetap menjadi tempat pertama untuk pulang. Momen tersebut memperlihatkan bahwa di balik sosok perwira tinggi dengan tanggung jawab besar, tetap ada sisi manusiawi seorang anak yang tidak pernah melupakan akar kehidupan dan kasih sayang orang tuanya.

Perjalanan karier hingga menyandang tiga bintang di pundak tentu tidak lahir begitu saja. Di balik pencapaian tersebut terdapat proses panjang, kerja keras, pengorbanan, serta doa keluarga. Karena itu, ziarah tersebut menjadi simbol bahwa keberhasilan seorang anak tidak pernah dapat dilepaskan sepenuhnya dari orang-orang yang telah membesarkan dan mendoakannya sejak awal.

Kini, ketika sang anak telah berdiri dengan tiga bintang di pundaknya, ia kembali menundukkan kepala di hadapan makam kedua orang tuanya. Tidak ada pangkat yang membatasi rasa cinta seorang anak, dan tidak ada jabatan yang mampu menghapus kenangan terhadap sosok ayah dan ibu yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Sebuah penghormatan sederhana, tetapi menyimpan makna yang begitu dalam. Sebab sejauh apa pun seseorang melangkah membawa nama dan jabatan, tempat pertama untuk pulang tetaplah keluarga. Pangkat mungkin membuat seseorang dihormati, tetapi kasih sayang, pengorbanan, dan doa orang tua menjadi salah satu kekuatan yang mengantarkan seorang anak hingga mampu berdiri di titik tertinggi dalam perjuangannya. Ujarnya,” 

Baca Juga :  MoU Pemkot Bitung–BKSDA Dinilai Perkuat Ekonomi Hijau, Ridwan Lahiya Sebut Selaras dengan Arah Pembangunan Nasional

Penulis : Divisi intelejen nasional AFL

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Kasi Humas polres Bitung AKP Abdul Natib Anggai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediapresisi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Dugaan Perselingkuhan Berakhir Damai, Marselino, Meyni, dan Jek Sepakat Berdamai di Polsek Aertembaga ‎ ‎
Lesehan Mama Dias Cengkong,  Surga Kuliner Merakyat Dengan Citarasa Nikmat, Harga Bersahabat
Diduga Tak Penuhi Standar Keselamatan, Pangkalan LPG 3 Kg Milik Siti Umaya di Desa Pacing Jadi Sorotan
Sambut Hujan Pertama, Katar Desa Darawolong Gelar Tradisi Babarit, Panjatkan Doa untuk Keberkahan Petani
Disambut Antusias Warga, Wiwi Kurnia Nomor Urut 01 Tegaskan Komitmen Mengabdi untuk Desa Cengkong
KUNJUNGI DISDUKCAPIL KOTA BITUNG, ANGGOTA DPD RI DR. MAYA RUMANTIR DISAMBUT HANGAT KEPALA DINAS DAN JAJARAN
Dukungan Mengalir untuk Rusta Miharja, Tokoh Masyarakat Sebut Pencalonan RT Aja Murni Aspirasi Warga
Patroli Dini Hari, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho Sisir Wilayah dan Sidak Lima Polsek Jajaran
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terbaru

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

‎Dugaan Perselingkuhan Berakhir Damai, Marselino, Meyni, dan Jek Sepakat Berdamai di Polsek Aertembaga ‎ ‎

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Lesehan Mama Dias Cengkong,  Surga Kuliner Merakyat Dengan Citarasa Nikmat, Harga Bersahabat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:07 WIB

Diduga Tak Penuhi Standar Keselamatan, Pangkalan LPG 3 Kg Milik Siti Umaya di Desa Pacing Jadi Sorotan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Sambut Hujan Pertama, Katar Desa Darawolong Gelar Tradisi Babarit, Panjatkan Doa untuk Keberkahan Petani

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Disambut Antusias Warga, Wiwi Kurnia Nomor Urut 01 Tegaskan Komitmen Mengabdi untuk Desa Cengkong

Berita Terbaru

Daerah

Bengkel Charisma Bitung Antar Daihatsu Pick Up Jadi Juara

Selasa, 14 Jul 2026 - 02:22 WIB