BITUNG — Kapal MV Chen Jing Run (Hai Yang 26) milik Angkatan Laut Tiongkok (China) merapat di Pelabuhan Peti Kemas Bitung, Sulawesi Utara, setelah menempuh perjalanan dari kawasan Afrika.
Kedatangan kapal tersebut mendapat sambutan hangat melalui pertunjukan tarian Cakalele, kesenian tradisional khas Sulawesi Utara yang dikenal sebagai simbol keberanian sekaligus keramahan masyarakat dalam menyambut para tamu.
Selama berada di Bitung, kapal melaksanakan sejumlah kegiatan pendukung pelayaran, mulai dari pengisian air tawar, pemenuhan kebutuhan bahan makanan dan bahan bakar minyak (BBM), hingga pemeriksaan serta pengecekan kondisi kapal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para prajurit dan awak kapal juga mendapat kesempatan untuk beristirahat dan menikmati waktu rekreasi selama berada di Kota Bitung sebelum kembali melanjutkan pelayaran menuju tujuan berikutnya.
Kunjungan kapal Angkatan Laut Tiongkok tersebut turut menjadi bagian dari hubungan dan kerja sama di bidang kemaritiman antara Kodaeral VIII dan Angkatan Laut Tiongkok. Momentum ini dinilai penting untuk memperkuat komunikasi serta hubungan antarkedua pihak.
Penyambutan dengan tarian Cakalele tidak hanya menjadi pertunjukan budaya, tetapi juga bentuk penghormatan masyarakat Sulawesi Utara kepada tamu mancanegara. Tradisi tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada dunia internasional.
Kehadiran MV Chen Jing Run di Bitung juga menambah dinamika aktivitas maritim di salah satu kota pelabuhan strategis di Sulawesi Utara. Interaksi antarpersonel selama kunjungan menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan hubungan baik dalam bidang kemaritiman.
Bagi Indonesia, khususnya Sulawesi Utara, kunjungan kapal asing menjadi momentum untuk menunjukkan karakter masyarakat pesisir yang terbuka, ramah dan menjunjung tinggi hubungan persahabatan antarbangsa, dengan tetap menghormati ketentuan serta kepentingan nasional.
Cakalele menyambut tamu, Bitung mempererat persahabatan maritim. Kunjungan MV Chen Jing Run menjadi warna tersendiri dalam aktivitas pelayaran internasional sekaligus memperlihatkan bahwa budaya dan kerja sama kemaritiman dapat berjalan berdampingan dalam membangun hubungan yang harmonis antarkedua negara.
Penulis : Divisi intelejen nasional AFL
Editor : Redaksi
































