MIANGAS – Presiden Prabowo Subianto mendarat di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu pagi, 9 Mei 2026 sekitar pukul 10.30 waktu setempat. Kunjungan ini menjadi penegasan komitmen pemerintah untuk hadir langsung di beranda terdepan Nusantara sekaligus memastikan pembangunan merata hingga pulau terluar.
Miangas merupakan salah satu pulau terluar dan terletak paling utara Indonesia. Letaknya justru lebih dekat ke wilayah Filipina dibandingkan ke Manado, dengan waktu tempuh sekitar 24 jam menggunakan kapal layar dari Pelabuhan Manado. Pulau seluas 3,5 kilometer persegi ini dihuni 823 jiwa yang terdiri dari 232 kepala keluarga serta 143 anak sekolah.
Setibanya di Miangas, Presiden Prabowo dijadwalkan menemui seluruh warga pulau. Tatap muka langsung itu untuk mendengar aspirasi sekaligus melihat dari dekat kondisi kehidupan masyarakat di pulau terdepan. Kehadiran kepala negara disambut antusias warga yang dikenal ramah, cinta tanah air, serta menjunjung tinggi toleransi dan persaudaraan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungan kerja ini, Presiden Prabowo akan mengecek langsung fasilitas vital yang digunakan warga setempat. Beberapa titik yang menjadi perhatian meliputi puskesmas, ketersediaan air bersih, kondisi sekolah, jaringan komunikasi, hingga fasilitas umum lainnya. Pengecekan dilakukan untuk memastikan pelayanan dasar berjalan optimal.
Presiden tidak datang sendiri. Ia membawa enam menteri dari Jakarta serta sejumlah pejabat terkait lainnya. Rombongan ini disiapkan untuk merumuskan langkah cepat pembangunan Miangas secara terpadu. Fokusnya meliputi konektivitas, kesehatan, pendidikan, dan penguatan ekonomi masyarakat pulau.
Miangas selama ini dikenal sebagai “beranda terdepan Nusantara”. Meski jauh dari pusat pemerintahan, semangat nasionalisme warganya sangat kuat. Masyarakat Miangas tetap setia menjaga kedaulatan dengan hidup rukun dalam keberagaman, menjadi contoh nyata persatuan di wilayah perbatasan.
Pemerintah menilai pulau-pulau terluar seperti Miangas memiliki posisi strategis, baik dari sisi geopolitik maupun pertahanan. Karena itu, pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan di wilayah perbatasan menjadi prioritas. Kehadiran Presiden diharapkan mempercepat pemerataan pembangunan.
Kunjungan ke Miangas juga menjadi simbol bahwa tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dijangkau negara. Dengan mendengar langsung keluhan dan kebutuhan warga, pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat pulau terluar.
Langkah Presiden Prabowo ini sekaligus mengirim pesan kuat bahwa Indonesia dibangun dari pinggiran. Miangas, dengan segala keterbatasannya, tetap menjadi bagian penting dari NKRI yang wajib dilindungi, dilayani, dan dimajukan bersama. Tegasnya,” presiden RI, Prabowo Subianto
Penulis : Divisi intelejen nasional AFL
Editor : Pimpinan Redaksi, FM.89
Sumber Berita: Setkab RI
































