Bitung, sulut | MediaPresisi.id — Kapal Latih TNI Angkatan Laut KRI Bima Suci resmi dilepas dari Dermaga Satrol Kodaeral VIII, Bitung, Sabtu (18/7), setelah berhasil menuntaskan misi diplomasi maritim selama 124 hari dengan mengunjungi berbagai negara sahabat. Pelepasan ini menjadi simbol keberhasilan Indonesia dalam memperkuat hubungan persahabatan antarbangsa melalui diplomasi maritim yang membawa nama baik Merah Putih di tingkat internasional.
Komandan Satrol Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP mendampingi Kazona Tengah Bakamla RI Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya dalam prosesi pelepasan KRI Bima Suci. Kehadiran para pejabat tersebut mencerminkan dukungan penuh terhadap keberhasilan pelayaran panjang yang telah dijalankan dengan penuh dedikasi dan profesionalisme.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Aspers Kodaeral VIII, Kadissyahal Kodaeral VIII, serta para Komandan Unsur Satrol Kodaeral VIII. Kehadiran jajaran pimpinan TNI AL menjadi bentuk penghormatan kepada seluruh prajurit dan taruna yang telah mengemban tugas negara sebagai duta maritim Indonesia selama pelayaran lintas samudra.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama menjalankan misi, KRI Bima Suci tidak hanya melaksanakan pelayaran latihan bagi para taruna, tetapi juga mengemban tugas strategis sebagai sarana diplomasi pertahanan dan diplomasi maritim. Kapal kebanggaan TNI AL tersebut memperkenalkan budaya Indonesia, mempererat hubungan persahabatan dengan negara-negara mitra, serta memperkuat kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai negara maritim yang berdaulat.
Komandan Satrol Kodaeral VIII menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan seluruh prajurit KRI Bima Suci dalam menjalankan amanah negara. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan bukti nyata profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan semangat juang prajurit TNI Angkatan Laut dalam menjaga kehormatan bangsa di setiap pelabuhan yang disinggahi.
Keberhasilan misi selama 124 hari tersebut juga memperlihatkan kesiapan TNI Angkatan Laut dalam membangun kerja sama internasional di bidang keamanan maritim, pendidikan pelayaran, serta memperkuat stabilitas kawasan melalui pendekatan persahabatan dan saling menghormati antarnegara.
Pelepasan KRI Bima Suci dari Dermaga Satrol Kodaeral VIII menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia TNI AL yang tangguh, berkarakter, dan memiliki wawasan global. Nilai-nilai kepemimpinan, pengabdian, serta jiwa bahari yang ditempa selama pelayaran diharapkan menjadi bekal dalam menghadapi tantangan tugas di masa mendatang.
Semangat yang ditunjukkan oleh seluruh prajurit KRI Bima Suci menjadi cerminan komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia sekaligus memperkuat citra bangsa di mata dunia. Melalui diplomasi maritim yang damai, Indonesia terus menunjukkan perannya sebagai negara kepulauan yang aktif membangun kerja sama internasional demi terciptanya stabilitas dan keamanan maritim global.
Mengakhiri rangkaian kegiatan tersebut, seluruh peserta memberikan penghormatan dan doa terbaik bagi kelanjutan pelayaran KRI Bima Suci. Dengan semangat “Jalesveva Jayamahe”—di Laut Kita Jaya—KRI Bima Suci diharapkan terus mengibarkan Sang Merah Putih di samudra dunia, menjadi kebanggaan TNI Angkatan Laut, sekaligus membawa harum nama Indonesia di setiap pelabuhan internasional yang disinggahi. Ungkap,” Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP
Penulis : Divisi intelejen nasional AFL
Editor : Redaksi
































