BITUNG, SULAWESI UTARA — Mediapresisi.id — Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, S.Sos., mewakili Wali Kota Hengky Honandar, S.E., menghadiri penutupan rangkaian kegiatan Akbar Maulid Arbain Nabi Muhammad SAW di Markas Al Haudh, Jalan Aerujang, Kelurahan Giper, Kota Bitung. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat. Bitung, Sabtu. 17 Oktober 2026
Pemerintah Kota Bitung memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, ulama, tokoh agama, dan jamaah yang telah menyukseskan kegiatan keagamaan tersebut selama 40 malam berturut-turut. Konsistensi dalam melaksanakan ibadah melalui lantunan salawat dan zikir menjadi cerminan semangat keimanan sekaligus upaya memperkokoh kerukunan antarwarga di tengah keberagaman Kota Bitung.
Dalam sambutannya, Randito menyampaikan salam hormat dari pemerintah daerah kepada para ulama, tokoh agama, pejabat pemerintah, dan seluruh masyarakat yang hadir. Ia turut memberikan penghormatan kepada Guru Besar Profesor Dr. Muhammad Bahruddin yang telah menyampaikan tausiah, serta kepada Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., para habib, ustaz, anggota DPRD, tokoh masyarakat, pimpinan BUMD, dan jajaran perangkat daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Randito menegaskan bahwa pelaksanaan Maulid Arbain bukan hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga kesempatan untuk memperdalam kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan meneladani akhlak mulia beliau. Ia berharap nilai-nilai kesabaran, kejujuran, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga manfaat kegiatan tersebut benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa Kota Bitung merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda. Karena itu, semangat toleransi, persatuan, dan saling menghormati harus terus dijaga. Menurutnya, keharmonisan daerah tidak hanya dibangun melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui tindakan nyata, komunikasi yang baik, dan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan serta kedamaian.
Di tengah pesan keagamaan tersebut, Randito memberikan perhatian khusus terhadap musibah kebakaran yang melanda Kelurahan Pateten I dan Pateten II, Kecamatan Aertembaga. Berdasarkan informasi yang disampaikannya dalam sambutan, sekitar 17 unit rumah warga terdampak peristiwa tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, termasuk memastikan peralatan listrik yang tidak digunakan telah dimatikan sebelum meninggalkan rumah.
Pemerintah Kota Bitung menyampaikan keprihatinan mendalam kepada warga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerugian akibat musibah tersebut. Randito mengajak masyarakat yang ingin memberikan bantuan agar berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Langkah ini dinilai penting agar bantuan dapat disalurkan secara tertib, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan keluarga yang terdampak.
Sebagai bentuk penanganan awal, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung telah menyalurkan bantuan berupa tenda darurat di lokasi kejadian. Sementara itu, Perumda Bangun Bitung telah melakukan koordinasi teknis terkait opsi penyediaan tempat tinggal sementara bagi warga terdampak. Pemerintah diharapkan terus mengawal proses penanganan agar kebutuhan mendesak masyarakat dapat terpenuhi.
Menutup sambutannya, Randito mengajak seluruh masyarakat menjadikan Maulid Arbain sebagai momentum memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan solidaritas sosial. Ia berharap semangat persaudaraan yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat diwujudkan dalam kepedulian nyata kepada sesama, terutama bagi warga yang sedang menghadapi musibah. Dengan sinergi pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, Kota Bitung diharapkan semakin rukun, aman, damai, dan toleran.
Editor : Redaksi
































