Plang Pangkalan LPG 3 Kg Tergeletak di Tanah, Pengawas SPBU Cengkong Akui Tali Putus Berulang Kali

- Penulis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

KARAWANG/mediapresisi.id —
Pemandangan yang mengundang tanda tanya terlihat di lokasi pangkalan gas LPG 3 kilogram di SPBU 34.41365, Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang. Papan nama pangkalan yang semestinya berdiri sebagai identitas resmi tempat penyaluran gas bersubsidi itu justru tergeletak di atas tanah, di tengah lokasi yang dipenuhi tabung LPG 3 kilogram.

Bagi masyarakat, papan nama bukan sekadar pelengkap bangunan atau penanda tempat usaha. Lebih dari itu, keberadaannya menjadi bagian penting dari keterbukaan informasi, agar konsumen dapat mengenali pangkalan, mengetahui identitas penyalur, serta memperoleh informasi yang dibutuhkan ketika hendak membeli gas bersubsidi.

Namun, kondisi papan nama yang tergeletak di tanah tersebut memunculkan pertanyaan tentang sejauh mana perhatian pengelola terhadap kelayakan fasilitas informasi di lokasi penyaluran LPG bersubsidi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Atin, pengawas SPBU 34.41365, menjelaskan bahwa papan nama tersebut sudah terlepas sejak dua hari sebelumnya. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan kejadian itu berlangsung lantaran dirinya sedang libur kerja.

“Untuk tepatnya saya kurang tahu, Pak, karena kemarin saya libur,” jelas Atin.

Atin juga menyampaikan bahwa dirinya berencana memperbaiki papan nama tersebut pada hari berikutnya. Menurutnya, tali pengikat papan nama itu sudah beberapa kali putus sehingga ia tengah mencari tali yang lebih kuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Iya, saya perbaiki besok, Pak. Emang lagi nyari tali yang kuat biar enggak mudah putus. Ini bukan satu dua kali putus, Pak, dan sebelumnya juga saya perbaiki,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa persoalan papan nama terlepas bukan kali pertama terjadi. Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas perbaikan yang selama ini dilakukan. Jika tali pengikat berulang kali putus, semestinya perlu dipertimbangkan metode pemasangan yang lebih kokoh dan aman agar papan nama tidak terus-menerus terjatuh.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Bitung Bahas Realisasi Anggaran, Camat Aertembaga Dorong Penguatan Program Pelayanan Publik

Dalam tata kelola penyaluran LPG 3 kilogram bersubsidi, identitas pangkalan dan informasi yang mudah diakses masyarakat memiliki arti penting. Papan nama yang terpasang dengan baik membantu konsumen mengenali tempat penyaluran resmi serta memudahkan mereka memperoleh informasi terkait harga dan saluran pengaduan.
Karena itu, papan nama yang dibiarkan tergeletak di tanah patut menjadi perhatian pengelola. Bukan semata-mata karena persoalan estetika, melainkan karena fungsi informasi bagi masyarakat berpotensi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Meski demikian, kondisi papan nama yang terjatuh saja belum cukup untuk menyimpulkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan operasional Pertamina. Kepastian mengenai pelanggaran administratif harus mengacu pada aturan resmi yang berlaku, termasuk ketentuan pemasangan identitas pangkalan dan hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Yang menjadi sorotan adalah bagaimana fasilitas informasi yang berulang kali mengalami kerusakan dapat segera dibenahi secara permanen, bukan hanya diperbaiki sementara lalu kembali terlepas.

LPG 3 kilogram merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Oleh sebab itu, setiap aspek pelayanan dan penyalurannya patut mendapatkan perhatian, termasuk kejelasan identitas pangkalan yang menjadi salah satu sumber informasi bagi konsumen.

Masyarakat tentu berharap pengelola tidak menunggu persoalan menjadi sorotan lebih luas sebelum melakukan pembenahan. Apabila perbaikan memang telah direncanakan, realisasinya perlu dipastikan agar papan nama kembali terpasang dengan layak, kuat, dan mudah terlihat.

Kini, perhatian tertuju pada tindak lanjut yang dijanjikan pengawas SPBU 34.41365. Apakah papan nama tersebut benar-benar akan diperbaiki dengan sistem pemasangan yang lebih kokoh sehingga tidak kembali tergeletak di tanah?

Sebab, dalam pelayanan barang bersubsidi, hal-hal yang tampak sederhana sekalipun tidak seharusnya diabaikan. Di balik sebuah papan nama, ada kebutuhan masyarakat akan informasi yang jelas, pelayanan yang tertib, dan pengelolaan pangkalan yang dapat dipertanggungjawabkan.

(AJ)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediapresisi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Dugaan Perselingkuhan Berakhir Damai, Marselino, Meyni, dan Jek Sepakat Berdamai di Polsek Aertembaga ‎ ‎
Lesehan Mama Dias Cengkong,  Surga Kuliner Merakyat Dengan Citarasa Nikmat, Harga Bersahabat
Diduga Tak Penuhi Standar Keselamatan, Pangkalan LPG 3 Kg Milik Siti Umaya di Desa Pacing Jadi Sorotan
Sambut Hujan Pertama, Katar Desa Darawolong Gelar Tradisi Babarit, Panjatkan Doa untuk Keberkahan Petani
Disambut Antusias Warga, Wiwi Kurnia Nomor Urut 01 Tegaskan Komitmen Mengabdi untuk Desa Cengkong
KUNJUNGI DISDUKCAPIL KOTA BITUNG, ANGGOTA DPD RI DR. MAYA RUMANTIR DISAMBUT HANGAT KEPALA DINAS DAN JAJARAN
Dukungan Mengalir untuk Rusta Miharja, Tokoh Masyarakat Sebut Pencalonan RT Aja Murni Aspirasi Warga
Patroli Dini Hari, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho Sisir Wilayah dan Sidak Lima Polsek Jajaran
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terbaru

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

‎Dugaan Perselingkuhan Berakhir Damai, Marselino, Meyni, dan Jek Sepakat Berdamai di Polsek Aertembaga ‎ ‎

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Lesehan Mama Dias Cengkong,  Surga Kuliner Merakyat Dengan Citarasa Nikmat, Harga Bersahabat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:07 WIB

Diduga Tak Penuhi Standar Keselamatan, Pangkalan LPG 3 Kg Milik Siti Umaya di Desa Pacing Jadi Sorotan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Sambut Hujan Pertama, Katar Desa Darawolong Gelar Tradisi Babarit, Panjatkan Doa untuk Keberkahan Petani

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Disambut Antusias Warga, Wiwi Kurnia Nomor Urut 01 Tegaskan Komitmen Mengabdi untuk Desa Cengkong

Berita Terbaru

Daerah

Bengkel Charisma Bitung Antar Daihatsu Pick Up Jadi Juara

Selasa, 14 Jul 2026 - 02:22 WIB