PUSKESMAS AERTEMBAGA PERKUAT TRACING TBC DAN ELIMINASI KUSTA MELALUI RAPAT LINTAS SEKTOR ‎

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 07:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

‎BITUNG — Sulawesi Utara | Mediapresisi.id — Puskesmas Aertembaga, Kota Bitung, menggelar Rapat Lintas Sektor dengan agenda “Tracing Kasus TBC, Penemuan dan Pelacakan Kontak Erat serta Penguatan Upaya Penemuan Kusta dan Eliminasi Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Aertembaga”, Rabu, 23 September 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Puskesmas Aertembaga lantai 2 mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi antara sektor kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan dan unsur masyarakat dalam penanggulangan Tuberkulosis (TBC) serta percepatan eliminasi kusta di wilayah kerja Puskesmas Aertembaga.

‎Dalam pemaparan mengenai kusta, pihak Puskesmas Aertembaga menjelaskan perkembangan kasus berdasarkan data yang dimiliki. Disebutkan, pada tahun 2022 terdapat 12 kasus kusta, dengan sembilan di antaranya merupakan kasus baru. Sementara pada tahun 2021 terdapat tujuh kasus, termasuk dua kasus baru. Puskesmas juga menjelaskan klasifikasi epidemi kusta berdasarkan penemuan kasus baru, termasuk wilayah dengan tingkat epidemi rendah hingga wilayah yang masih memerlukan perhatian. Berdasarkan data tersebut, sebagian wilayah kerja Puskesmas Aertembaga dinilai masih memiliki persoalan kusta yang perlu mendapatkan perhatian melalui penemuan kasus secara aktif, pelacakan kontak serta penguatan program pencegahan.

‎Data Kusta di PKM Aertembaga yang dipaparkan mencakup sejumlah kelurahan untuk periode 2024, 2025 dan 2026, termasuk indikator kasus anak usia di bawah 15 tahun dan kasus disabilitas tingkat 2. Untuk Aertembaga 1 tercatat angka 2, 1 dan 2 dengan keterangan merah; Aertembaga 2 tercatat 1, 1 dan 1 dengan keterangan merah; Tandurusa tercatat 3, 1 dan 1 dengan keterangan merah; Pinangunian tercatat 1 dengan keterangan kuning; Makawidey tercatat 1 dengan keterangan kuning; Kasawari tercatat 1 dengan keterangan kuning; serta terdapat satu kasus dari luar wilayah dengan keterangan kuning. Berdasarkan data tersebut, Puskesmas Aertembaga menetapkan bahwa sebagian kelurahan di wilayah kerjanya merupakan wilayah endemis tinggi, sehingga dilakukan inovasi program kusta berupa Urban Leprosy dan pemberian Kemoprofilaksis Kusta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Puskesmas Aertembaga selanjutnya menjelaskan bahwa kemoprofilaksis kusta merupakan salah satu upaya pencegahan dengan pemberian obat pencegahan berupa dosis tunggal antibiotik rifampisin kepada orang sehat yang memiliki kontak erat dengan penderita kusta. Program tersebut bertujuan menurunkan risiko penularan sekaligus membantu memutus rantai penyebaran bakteri penyebab kusta. Pelaksanaan program akan diawali dengan rekrutmen dan identifikasi kontak, baik kontak serumah, kontak dekat maupun kontak sosial dengan pasien kusta. Dalam pemaparan juga ditekankan bahwa pemberian obat pencegahan tersebut tetap harus melalui pemeriksaan dan deteksi sesuai ketentuan petugas kesehatan, sehingga orang yang memiliki gejala atau telah dinyatakan menderita kusta tidak diperlakukan sebagai penerima kemoprofilaksis biasa.

‎Materi berikutnya membahas jenis kontak kusta, antara lain kontak serumah, kontak dekat dan kontak sosial. Kontak serumah menjadi perhatian karena adanya interaksi dalam lingkungan tempat tinggal dengan pasien. Kontak dekat berkaitan dengan interaksi yang berlangsung secara berulang, sedangkan kontak sosial mencakup hubungan dengan pasien dalam aktivitas sehari-hari, termasuk lingkungan kerja atau interaksi dalam waktu yang cukup lama. Puskesmas menekankan pentingnya identifikasi kontak secara tepat agar masyarakat yang memiliki risiko dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan sesuai kebutuhan. Petugas kesehatan juga memiliki ketentuan tersendiri dalam menentukan apakah suatu hubungan termasuk kontak yang perlu dilakukan pemeriksaan.

‎Dalam sesi tanya jawab, Lurah Pinangunian menyampaikan sejumlah pertanyaan dan masukan terkait data kasus kusta yang telah dipaparkan Puskesmas. Salah satu perhatian utama adalah kejelasan status pasien yang tercatat pada tahun 2024, termasuk apakah pasien tersebut masih menjalani pengobatan atau telah menyelesaikan pengobatan hingga dinyatakan tuntas. Menurutnya, data perlu membedakan secara jelas antara kasus aktif dengan pasien yang telah menyelesaikan pengobatan agar informasi yang diterima pemerintah kelurahan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Lurah Pinangunian juga menanyakan apakah kusta dapat disembuhkan. Pihak Puskesmas menjelaskan bahwa kusta dapat ditangani melalui pengobatan yang tepat dan teratur, sehingga penemuan dini, kepatuhan menjalani pengobatan, pemeriksaan kontak dan pemantauan petugas kesehatan menjadi bagian penting dalam penanggulangannya.

‎Lurah Pinangunian juga memberikan masukan agar pemerintah kelurahan mendapatkan informasi yang diperlukan mengenai wilayah atau lingkungan yang memiliki kasus maupun suspek kusta. Informasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat koordinasi antara Puskesmas, pemerintah kelurahan, kepala lingkungan dan masyarakat. Lurah Makawidey, Christovol Matualatupauw, S.T., turut mengikuti pembahasan dan memberikan perhatian terhadap penanganan kusta di wilayahnya. Dalam diskusi ditekankan bahwa penanggulangan kusta bukan hanya menjadi tanggung jawab Puskesmas, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah kelurahan, kepala lingkungan, kader kesehatan, keluarga pasien serta masyarakat. Edukasi juga diperlukan untuk mencegah stigma dan perlakuan yang keliru terhadap penderita maupun orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien.

Baca Juga :  Sambut Hujan Pertama, Katar Desa Darawolong Gelar Tradisi Babarit, Panjatkan Doa untuk Keberkahan Petani

‎Selain kusta, rapat juga membahas langkah nyata pencegahan dan penemuan kasus Tuberkulosis (TBC). Puskesmas menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis, paling sering menyerang paru-paru, namun dapat pula menyerang kelenjar getah bening, tulang, kulit dan usus. TBC bukan penyakit keturunan, kutukan, guna-guna maupun penyakit yang disebabkan ramuan mistis. Gejala utama yang perlu diwaspadai adalah batuk terus-menerus, baik berdahak maupun kering, selama dua minggu atau lebih. Gejala tambahan meliputi batuk darah, sesak napas disertai nyeri dada, demam berkepanjangan terutama malam hari, keringat malam serta penurunan berat badan dan nafsu makan. Langkah pencegahan yang disampaikan meliputi vaksinasi BCG pada bayi baru lahir untuk mencegah TBC berat, menerapkan etika batuk, tidak meludah sembarangan, menjaga rumah tetap sehat dengan ventilasi dan sirkulasi udara yang baik, Terapi Pencegahan TBC (TPT) bagi kontak serumah sesuai indikasi, serta skrining CKG bagi kelompok berisiko seperti penderita diabetes melitus (DM), HIV dan lansia.

‎Sebagai tindak lanjut, Puskesmas Aertembaga telah menyusun Jadwal Skrining CKG dan Tracing TBC, yakni Tandurusa pada Rabu, 30 September 2026; Aertembaga 2 pada Rabu, 14 Oktober 2026; Makawidey pada Sabtu, 17 Oktober 2026; Kasawari pada Selasa, 20 Oktober 2026; Aertembaga 1 pada Kamis, 22 Oktober 2026; Pinangunian pada Selasa, 27 Oktober 2026; serta Tandurusa kembali pada Selasa, 10 November 2026. Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat penemuan kasus secara dini, pelacakan kontak erat dan pencegahan penularan TBC serta kusta. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Aertembaga Robert Stenly Tatipang, S.Sos., yang diwakili (Sekcam) Aertembaga Felix Hengkeng, S.E., serta unsur pemerintah kelurahan. Adapun undangan rapat lintas sektor ditujukan kepada Lurah Aertembaga Satu Djubelton Ansju, S.E.; Lurah Aertembaga Dua; Lurah Tandurusa; Lurah Pinangunian Meldi Rondonuwu, S.Sos.; Lurah Kasawari Ricardo J. Bolung, S.E.; dan Lurah Makawidey Christovol Matualatupauw, S.T. Kegiatan tersebut berdasarkan surat Puskesmas Aertembaga, Pemerintah Kota Bitung, Dinas Kesehatan, Nomor 340/PKM AGA/IX/2026, tertanggal 19 September 2026, yang ditandatangani Kepala Puskesmas Aertembaga dr. Eka Prasetya Soeharto, Pembina Utama Muda/IVc, NIP. 19800420 200604 1 009. Melalui sinergi lintas sektor, Puskesmas Aertembaga menargetkan penguatan penemuan dan pelacakan kasus, peningkatan edukasi masyarakat, pengurangan stigma, serta pengendalian penularan TBC dan kusta menuju eliminasi penyakit tersebut di wilayah Kota Bitung.

Penulis : Divisi intelejen nasional AFL

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediapresisi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Dugaan Perselingkuhan Berakhir Damai, Marselino, Meyni, dan Jek Sepakat Berdamai di Polsek Aertembaga ‎ ‎
Lesehan Mama Dias Cengkong,  Surga Kuliner Merakyat Dengan Citarasa Nikmat, Harga Bersahabat
Diduga Tak Penuhi Standar Keselamatan, Pangkalan LPG 3 Kg Milik Siti Umaya di Desa Pacing Jadi Sorotan
Sambut Hujan Pertama, Katar Desa Darawolong Gelar Tradisi Babarit, Panjatkan Doa untuk Keberkahan Petani
Disambut Antusias Warga, Wiwi Kurnia Nomor Urut 01 Tegaskan Komitmen Mengabdi untuk Desa Cengkong
KUNJUNGI DISDUKCAPIL KOTA BITUNG, ANGGOTA DPD RI DR. MAYA RUMANTIR DISAMBUT HANGAT KEPALA DINAS DAN JAJARAN
Dukungan Mengalir untuk Rusta Miharja, Tokoh Masyarakat Sebut Pencalonan RT Aja Murni Aspirasi Warga
Patroli Dini Hari, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho Sisir Wilayah dan Sidak Lima Polsek Jajaran
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terbaru

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

‎Dugaan Perselingkuhan Berakhir Damai, Marselino, Meyni, dan Jek Sepakat Berdamai di Polsek Aertembaga ‎ ‎

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Lesehan Mama Dias Cengkong,  Surga Kuliner Merakyat Dengan Citarasa Nikmat, Harga Bersahabat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:07 WIB

Diduga Tak Penuhi Standar Keselamatan, Pangkalan LPG 3 Kg Milik Siti Umaya di Desa Pacing Jadi Sorotan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Sambut Hujan Pertama, Katar Desa Darawolong Gelar Tradisi Babarit, Panjatkan Doa untuk Keberkahan Petani

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Disambut Antusias Warga, Wiwi Kurnia Nomor Urut 01 Tegaskan Komitmen Mengabdi untuk Desa Cengkong

Berita Terbaru

Daerah

Bengkel Charisma Bitung Antar Daihatsu Pick Up Jadi Juara

Selasa, 14 Jul 2026 - 02:22 WIB