Bitung – sulut | Mediapresisi.id — sumber : berita dari Humas polres Bitung” Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polri terus memperkuat komitmennya sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir memberikan solusi atas persoalan sosial yang dihadapi warga. Melalui berbagai program kemanusiaan, Polri berupaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menghadirkan manfaat nyata di tengah kehidupan sosial.
Salah satu implementasi nyata dari komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan peletakan batu pertama Program Bedah Rumah yang dipimpin Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., pada Senin (15/6/2026), di Kelurahan Makawidey, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung. Program ini menjadi bagian dari rangkaian bakti sosial Hari Bhayangkara ke-80 yang dilaksanakan serentak di berbagai wilayah Indonesia.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Turut hadir Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., Wakapolres Bitung Kompol Daniel J.H. Korompis, S.E., pejabat utama Polres Bitung, para Kapolsek jajaran, tokoh agama, keluarga penerima bantuan, serta masyarakat sekitar yang bersama-sama menyaksikan dimulainya pembangunan rumah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program bedah rumah menjadi simbol nyata kehadiran Polri yang semakin dekat dengan masyarakat. Selain menjalankan tugas pokok sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, Polri juga berupaya membangun semangat gotong royong serta kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Albert Zai menegaskan bahwa semangat Hari Bhayangkara ke-80 harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, kehadiran Polri harus mampu menghadirkan rasa aman sekaligus memberikan harapan bagi warga yang membutuhkan perhatian.
Rumah milik keluarga Suhadad Jokoh dipilih sebagai sasaran program setelah melalui proses peninjauan dan evaluasi lapangan. Kondisi bangunan yang sebelumnya sangat sederhana dan kurang layak huni menjadi dasar pertimbangan untuk memberikan bantuan pembangunan rumah semi permanen yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga.
Tidak hanya menghadapi keterbatasan ekonomi, keluarga tersebut juga diuji dengan kondisi kesehatan salah satu anggota keluarganya yang mengalami kebutaan permanen akibat komplikasi penyakit. Situasi tersebut semakin memperkuat tekad Polri untuk hadir memberikan dukungan kemanusiaan serta membantu meringankan beban yang dihadapi masyarakat.
Prosesi peletakan batu pertama diawali dengan ibadah dan doa bersama yang dipimpin oleh Pdt. Sisca Yunita Lambey, kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama secara simbolis oleh tokoh agama, Wali Kota Bitung, Kapolres Bitung, keluarga penerima bantuan, dan perwakilan pelaksana pembangunan. Momen tersebut berlangsung penuh haru dan menjadi simbol kebersamaan antara Polri, pemerintah, dan masyarakat.
Melalui Program Bedah Rumah ini, Polri kembali menegaskan bahwa semangat “Polri untuk Masyarakat” bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Dengan mengedepankan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong, Polri terus berupaya menjadi institusi yang dipercaya dan dicintai masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang aman, sejahtera, dan berkeadilan. Tegasnya,” Kapolres Bitung AKBP Albert Zai
Penulis : Divisi intelejen nasional AFL
Editor : Redaksi

























