Jakarta – MediaPresisi.id — Menjelang peringatan Hari Pers Nasional 2026, Ketua Umum Asosiasi Pewarta Pers Indonesia Ade Julhaidir, CFLE, mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kebebasan pers serta mencegah kriminalisasi terhadap wartawan di Indonesia. Sabtu, 25 April 2026.
Dalam pernyataannya, Ade Julhaidir menegaskan bahwa pers memiliki peran penting sebagai pilar demokrasi. Pers berfungsi menyampaikan informasi kepada publik secara objektif, berimbang, dan bertanggung jawab.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa, baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat, untuk menghormati kerja-kerja jurnalistik. Menurutnya, tidak boleh ada tindakan yang mengarah pada kriminalisasi wartawan dalam menjalankan tugas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ade Julhaidir menambahkan bahwa wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Segala bentuk sengketa pemberitaan seharusnya diselesaikan melalui mekanisme yang telah diatur.
Mekanisme tersebut meliputi hak jawab dan hak koreksi, bukan melalui jalur pidana. Penyelesaian melalui Dewan Pers dinilai lebih tepat untuk menjaga kemerdekaan pers dan iklim demokrasi.
Ketua Umum APPI juga menyoroti masih adanya kasus intimidasi, tekanan, hingga pelaporan hukum terhadap jurnalis di lapangan. Kasus-kasus tersebut terjadi saat jurnalis meliput isu-isu publik yang sensitif.
Menurut Ade, tindakan itu dapat menghambat kebebasan pers dan merugikan masyarakat luas. Akses informasi yang jujur dan berimbang menjadi terhambat jika wartawan bekerja dalam tekanan.
Ia menegaskan bahwa pers yang merdeka adalah kunci transparansi dan kontrol sosial. Jika wartawan terus dibayangi ancaman kriminalisasi, maka fungsi kontrol terhadap kekuasaan akan melemah.
APPI berharap momentum Hari Pers Nasional 2026 menjadi refleksi bersama untuk memperkuat komitmen terhadap kebebasan pers. Profesionalisme wartawan serta penegakan hukum yang adil dan berimbang juga harus diperkuat. HPN bukan sekadar seremonial, tetapi momentum memperkuat sinergi antara pers dan semua pihak demi Indonesia yang lebih transparan dan demokratis. Pungkasnya,”
Penulis : Divisi intelejen nasional AFL
Editor : Pimpinan Redaksi























