Bitung – Sulut | MediaPresisi.id — sumber : Berita dari Humas polres Bitung” Komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, serta menjamin kelancaran mobilitas warga kembali diwujudkan melalui pendekatan humanis dan dialogis dalam penyelesaian persoalan akses jalan nasional yang menghubungkan Kota Bitung dengan Kabupaten Minahasa Utara. Berkat sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, akses jalan di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Senin (22/6/2026), resmi kembali dibuka setelah tercapainya kesepakatan bersama melalui proses mediasi yang kondusif.
Sebelum pelaksanaan pembukaan akses jalan, seluruh unsur yang terlibat mengikuti ibadah bersama di lokasi sebagai bentuk ikhtiar memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Esa agar setiap tahapan penyelesaian berjalan damai, aman, dan penuh rasa persaudaraan. Ibadah yang dipimpin Ketua BPMJ Sion Tinerungan, Pdt. Agustina Horman, S.Th., menjadi simbol kuat bahwa penyelesaian konflik harus diawali dengan semangat kebersamaan, persatuan, dan saling menghormati.
Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., bersama Dandim 1310 Bitung Letkol Inf Dewa Made hadir langsung memimpin proses pengamanan sekaligus membuka ruang komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Kehadiran aparat keamanan tidak hanya bertujuan menjaga situasi tetap kondusif, tetapi juga memastikan setiap aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara terbuka melalui mekanisme dialog yang berlandaskan musyawarah untuk mufakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, akses jalan sempat tertutup akibat aksi penghadangan sejumlah warga yang meminta kepastian terkait percepatan perbaikan ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan akibat longsor. Menyikapi kondisi tersebut, Polri bersama TNI memilih mengedepankan langkah persuasif, profesional, dan humanis sehingga situasi tetap terkendali tanpa adanya tindakan yang dapat memicu konflik sosial di tengah masyarakat.
Melalui pertemuan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Pinasungkulan, seluruh pihak yang terdiri atas perwakilan masyarakat, Pemerintah Kota Bitung, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, Polri, dan TNI berhasil mencapai kesepakatan bersama. Aspirasi masyarakat yang disampaikan oleh perwakilan warga diterima dan dibahas secara terbuka sehingga menghasilkan solusi yang mengutamakan kepentingan masyarakat luas.
Hasil mediasi menetapkan bahwa akses jalan dibuka kembali untuk digunakan masyarakat sambil menunggu proses pembangunan permanen pada ruas jalan nasional yang terdampak longsor. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam dokumen resmi yang ditandatangani seluruh pihak sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga ketertiban serta kelancaran aktivitas masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, BPJN Sulawesi Utara menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan pembangunan jalan nasional dalam estimasi waktu lima hingga enam bulan. Polri akan terus melakukan pengawalan terhadap situasi keamanan selama proses pekerjaan berlangsung agar seluruh kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar.
Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan. Menurutnya, keberhasilan penyelesaian permasalahan tersebut merupakan bukti bahwa komunikasi yang baik, rasa saling menghormati, dan kebersamaan menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan serta menciptakan keamanan yang kondusif.
Ratusan personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) diterjunkan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan. Berkat sinergi lintas sektor dan kedewasaan seluruh elemen masyarakat, situasi yang sebelumnya berpotensi menimbulkan gangguan keamanan berhasil diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.
Keberhasilan pembukaan kembali akses jalan strategis Bitung–Minahasa Utara menjadi bukti nyata kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang selalu mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap penyelesaian persoalan sosial. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah, dan masyarakat diharapkan terus menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas keamanan nasional serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat.
Tegasnya,” Kapolres Bitung AKBP Albert Zai,
Penulis : Divisi intelejen nasional AFL
Editor : Redaksi
































